Bubuk Akar Ashitaba

March 21, 2012 at 2:25 am , by admin

Produk bubuk akar ashitba Rinjani Ashitaba, murni terbuat dari akar ashitaba yang dibudidayakan secara organik. pada akar ashitaba organik banyak mengandung germanium yang telah terbukti sangat kuat menjadi anti kanker dan efisien dalam membunuh kanker, tidak hanya anti kanker, kandungan germanium organik juga sangat ampuh sebagai solusi diet untuk masalah berat badan dan obesitas serta kelebihan lemak, membuang material yang tidak dibutuhkan yang membahayakan tubuh seperti merkuri dll, juga menjadi atioxidant yang sangat potensial untuk mencegah perusakan sel akibat radikal bebas. Produk bubuk akar ashitba Rinjani Ashitaba, murni terbuat dari akar ashitaba yang dibudidayakan secara organik. pada akar ashitaba organik banyak mengandung germanium yang telah terbukti sangat kuat menjadi anti kanker dan efisien dalam membunuh kanker, tidak hanya anti kanker, kandungan germanium organik juga sangat ampuh sebagai solusi diet untuk masalah berat badan dan obesitas serta kelebihan lemak, membuang material yang tidak dibutuhkan yang membahayakan tubuh seperti merkuri dll, juga menjadi atioxidant yang sangat potensial untuk mencegah perusakan sel akibat radikal bebas.

bubuk akar ashitaba merupakan simplisia akar ashitaba yang telah terbukti aman dikonsumsi sesering mungkin tidak terikat dosis, dapat diminum sesering mungkin 3-4 kali sehari 1 sendok makan dilarutkan di air panas seperti teh/kopi pada umumnya, untuk penambah selera dapat dicampur dengan gula atau madu secukupnya.

beberapa herbalis menggunakan bubuk  akar ashitaba sebagai obat untuk:

  • Chronic gastritis – maag akut
  • Hipertensi
  • Stomach cancer
  • Ulcers
  • Hemorrhoids- ambeien
  • juga terbukti memberikan respon sangat baik untuk penderita diabetes

 

 

Category Bubuk | No Comments

Simplisia ataukah Ramuan..??

March 3, 2012 at 8:27 am , by admin

Simplisia Ashitaba bukan merupakan ramuan,melainkan simplisia tunggal. Kendatipun demikian bukan  berarti senyawa tunggal. Sebagaimana dipaparkan, bahwa dari berbagai penelitian akan terlihat bahwa simplisia Ashitaba mengandung berbagai senyawa sebagai ramuan alami, yang kandungan manfaatnya menarik perhatian para ilmuwan. Gabungan antara zat Kalkon (Chalcone) dan Kloro?l pada Daun Ashitaba misalnya, merupakan paduan senyawa alami yang bersifat berpasangan untuk saling menguatkan sebagai obat. Kalkon sendiri juga tersusun berpasangan dari senyawa Xanthoangelol dan 4-hydroxyderricin: 4HD. Sesuai dengan teori Side E? ects Eliminating Substances dan Secondary Enhancing Substances (Sidik: 2011), dengan adanya pasangan- pasangan senyawa tersebut, unsur yang merusak saling dihilangkan, dan unsur yang baik bagi kesehatan manusia ditingkatkan.

Karena adanya proses-proses tersebut, tumbuhan dapat dilihat sebagai laboratorium biologis (plant can be viewed as biological laboratories), demikian dikatakan Dale Millard (2010). Pendiri MEGA (Medicinal and Edible Garden Association) ini juga menyatakan bahwa, “Th e complexity of chemistry that can be created in this process cannot be rivalled by even our most sophisticated laboratories that strive to synthesise and patent single plant chemical.”

Sejalan dengan pendapat tersebut, maka jelas bahwa meskipun di kemudian hari berhasil dikembangkan perpaduan senyawa sintetis seperti yang terdapat di dalam Daun Ashitaba, tetap saja tidak dapat menyamai yang aslinya. Atas dasar inilah, Simplisia Ashitaba diproduksi tunggal, tanpa campuran dari unsur materia medika lain. Simplisia Ashitaba secara alamiah telah seimbang dan mempunyai daya sembuh tinggi, sebagaimana telah terbukti dari berbagai hasil penelitian para ahli yang nanti dapat dibaca dengan tetap browsing di website ini.

Ikhtiarku untuk Ashitaba

February 13, 2012 at 1:32 pm , by admin

Telah lebih dari 25 tahun bergelut dengan ashitaba, tak kurasa sedikitpun membuatku jenuh dan lelah. Tumbuhan berdaun besar seperti seledri dan berbunga unik ini seperti selalu memberiku sebuah semangat baru untuk bertahan, terlebih saat ashitaba tidak terjual dan sebagai besar petani ashitaba mulai merusak tanaman yang sangat bersahabat dengan alam ini. sedih rasanya ketika puluhan hektar lahan yang ditanami ashitaba dibersihkan dan terbuang tak bersisa. Namun, tak sedikitpun menyurutkan niat dah harapanku  kepada asahitaba meskipun menunggu hingga sepuluh tahun. sepuluh tahun lampau aku melalui hari-hari yang benar-benar sulit dengan tanaman ashitaba yang begitu aku kagumi. Tetangga dan teman-teman petani memojokkan aku bahkan diejek karena menanam ashitaba yang tak kunjung bisa terjual dan memberi manfaat dari sisi ekonomi untuk keluarga, sempat pula dalam 1 bulan aku hanya pulang kerumah 2-3 kali saja dan menetap di gubung ladangku ditemani makanan seadanya, aku malu pulang..

 

Read more

« Older Entries

go to top